Indonesia ICT Awards (INAICTA) 2008 yang akan dihelat pada tanggal 7-8 Agustus 2008, berhasil menyaring 5 nominator khusus kategori e-Government. Kelima nominator tersebut adalah PT. Webgis Indonesia, PT. Gamatechno Indonesia, CV. Waditra Reka Cipta, PT. Digital Sistem Semesta, dan PT. Mitra Mandiri Informatika. Kelima perusahaan tersebut merupakan nominator yang telah berpengalaman dalam menciptakan produk-produk IT yang secara khusus diperuntukkan bagi lembaga pemerintah. Produk-produk yang diikutsertakan dalam INAICTA 2008 mempunyai karakteristik yang sama, yaitu produk tersebut diciptakan untuk meingkatkan kualitas layanan bagi publik.
Apa saja produk-produk mereka ?
1. SIMPOTENDA (Sistem Informasi Potensi Daerah)
Salah satu produk dari PT. WeBGis Indonesia ini sudah digunakan di 2 kabupaten di Indonesia, yaitu di Kabupaten Siak, Riau, dan Kabupaten Bangli, Denpasar.
Simpotenda merupakan sistem informasi berbasis Web yang merupakan bagian dari situs/portal pemerintah daerah yang dijalankan di internet/intranet, Simpotenda didefinisikan sebagai Sistem informasi yang didesain untuk mengelola dan menyajikan data dan informasi dalam dalam bentuk peta. menggambarkan keunggulan potensi di daerah tersebut seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, pariwisata, perhubungan, industri, kelautan dan perikanan. Simpotenda terintegrasi dalam situs pemerintah berbasis GIS (peta) sehingga dengan mudah dapat diakses oleh masyarakat umum melalui internet (global) tanpa terbatas waktu dan tempat.
2. GtPerijinan – Software Perijinan Daerah
Software Perijinan Daerah yang diciptakan oleh PT. Gamatechno Indonesia ini dilatarbelakangi oleh banyaknya keluhan masyarakat akan birokrasi perijinan di banyak lembaga pemerintah. Diantaranya, ketidakjelasan waktu dan biaya yang diperlukan, prosedur yang berbelit-belit dan tidak terintegrasi dengan instansi lainnya, serta kebijakan yang kurang mengakomodasi kepentingan usaha kecil, adalah bagian kecil dari seluruh problem dalam perijinan. Untuk itu, PT Gamatechno Indonesia yang merupakan manifestasi kompetensi Universitas Gadjah Mada (UGM) dibidang Teknologi Informasi yang memiliki fokus bisnis pada penyediaan produk software serta jasa konsultasi, pengembangan dan implementasi bagi sektor -sektor akademik, pemerintahan dan korporat meluncurkan produk GtPerijinan yang merupakan software perijinan daerah yang menawarkan solusi perijinan lebih cepat, mudah, dan jelas. Tercatat Kabupaten Bantul, Yogyakarta dan sejumlah pemerintah daerah di Propinsi DIY sudah menggunakan produk GtPerijinan ini.
3. SIMPADU (Sistem Informasi Pelayanan Perijinan)
SIMPADU merupakan hasil karya CV. Waditra Reka Cipta yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.
Aplikasi SIMPADU adalah suatu aplikasi yang digunakan di lingkungan Pemerintahan yang berguna untuk mengolah data-data Perizinan, Retribusi, dan lainnya yang sangat dibutuhkan di lingkungan instansi pemerintahan. Layanan ini berbasis web, dimana seluruh komponen database akan terintegrasi dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. SIMPADU telah digunakan di sejumlah instansi pemerintahan, diantaranya Pemkot Bandung, Pemkot Cianjur, dan lain-lain.
4. PAMOR (Sistim Informasi Pajak Kendaraan Bermotor)
Sekarang, mengurus Surat pajak kendaraan bermotor tidak lagi ribet. Karena, Sejumlah Kota di Propinsi Jawa Timur, Riau, dan Gorontalo telah menggunakan Sistem Informasi Pajak Kendaraan Bermotor atau PAMOR hasil karya PT Digital Sistem Semesta. PAMOR menawarkan Sistem Informasi Kendaraan Bermotor yang terintegrasi dari awal proses pendaftaran hingga pencetakan STNK. Sejumlah manfaat yang didapatkan dengan adanya PAMOR antara lain mempercepat pengiriman data / informasi dari kantor Samsat, cabang ke kantor dinas, mempercepat pelayanan kepada publik, data bisa diakses langsung oleh semua bagian yang berkepentingan dengan data tersebut, menghindari duplikasi entry data, menyeragamkan format pelaporan, sehingga dapat mengefisiensikan pekerjaan.
5. Re-Quic (Real & Quick Vote Counting)
Satu lagi karya dari Mitra Mandiri Informatika. Setelah sukses dengan ProMISE (Procurement Management Information System for Enterprise), perusahaan yang sudah menegaskan diri fokus pada lembaga pemerintahan ini masuk sebagai nominator INAICTA melalui produknya yang diberi nama Re-Quic atau kepanjangan dari Real & Quick Vote Counting. Dari namanya saja, sudah bisa diketahui bahwa produk ini merupakan layanan penghitung suara yang menawarkan kecepatan dan keakuratan. Tampaknya produk ini merupakan produk baru, namun produk ini sudah pernah digunakan dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Selain itu, nama Mitra Mandiri Informatika bukanlah nama yang baru. Sejumlah instansi pemerintah sudah menjadi langganan bagi perusahaan yang berkantor di Jakarta ini. Sehingga, jaminan akan kualitas dan pengalaman akan menjadi ujung tombak bagi perusahaan pimpinan Bambang Darya Atmaka ini untuk memperebutkan INAICTA 2008. Apalagi, tahun depan akan ada Pemilihan Umum 2009 yang dipastikan akan lebih ramai. Sehingga, aplikasi penghitungan yang akurat dan cepat akan menjadi salah satu keunggulan yang bisa ditawarkan dalam ajang Indonesia ICT Awards 2008.
Dari kelima peserta tersebut, siapa yang akan menjadi pemenang? Kita tunggu saja.
Yunus (yunus@wartaegov.com)
[...] E-Government Award di INAICTA 2008 diKompas Online, Detik.com, TribunPekanbaru, Warta E-Gov WartawanGoBlog, WartawanGoBlog.com, [...]